Hello readers :) udah lama juga saya nggk nge-Blog. Oh ya kenalin ini blog baru saya, maklum dikit ya kalo isinya masih kosong. Blog yang nidafn.blogspot.com udah nggk aktif, tapi postingan-postingan yang ada di blog lama akan saya posting juga disini.
oke deh, langsung aja saya mulai dengan postingan naskah drama yang saya buat pada tanggal 20 april 2013 yang saat itu dipake buat tugas drama . So enjoy on My Blog, happy reading :)
Yona
dan Davi. Mereka berdua adalah sahabat, mereka membina persabatannya sejak
kecil, selisih umur antara yona dan Davi pun tak terlalu jauh mereka hanya berselisih
6 bulan saja. Dan kini mereka berdua telah beranjak dewasa yang tengah duduk di
bangku kuliah semester ke-2, dan sudah pastinya mereka satu kampus walau beda
fakultas. Sedikit cerita tentang Yona, ia adalah cewek tomboy namun masih
terlihat aura kecantikannya maka dari itu Davi kerap memanggilnya ‘si tomboy’
meskipun yona tak suka akan panggilan yang davi berikan itu. Sedangkan Davi,
hmm mungkin hanya 1 kata yang dapat mewakili karakter Davi yaitu ‘tampan’.
**********
Terlihat
Yona sedang duduk di kantin sendirian, namun tanpa sepengetahuan yona davi
muncul dari arah belakang dan berniat menjahili sahabatnya itu.
Yona
: “aduuhhhh siapa sih ini??”
(keluh yona saat tangan davi menutup kedua mata yona dari belakang)
Kemudian
davi pun melepaskan tangannya dan disusul oleh yona yang segera melihat siapa
yg sudah menutupi matanya itu
Yona
: “ihhh davi, becandanya gak
lucu tau gak…” (dengan mimic muka yang cemberut)
Davi
: “haha.. abisnya bukannya
masuk kelas malah mejeng dikantin…” (sambil duduk disamping yona)
Yona
: “dosennya gak ada, lagian
lo juga ngapain ikutan mejeng dikantin?”
Davi
: “males ajah harus
berhadapan dengan dosen killer kaya Mr. Dani”
Yona
: “huhhh dasar…” (sambil
mengacak-acak rambut davi)
Yona
: “eh dav, katanya ada
mahasiswi baru yah?”
Davi
: “iya, dia anak
akuntansi..” sambil merapikan rambutnya
Yona
: “anak akuntan? Tapi kok lo
bisa tahu sih?..”
Davi
: “kinal yang ngasih tahu
gue, dia kan anak akuntasi…”
Yona
pun hanya mengangguk. Dan tiba-tiba kinal pun datang …
Kinal
: “haii guys…” (sambil duduk
dihadapan yona dan davi kemudian disusul oleh seseorang yang ikut duduk
berdampingan dengan kinal)
Davi
& Yona : “haiiii….” (dengan
serempak)
Kinal
: “eh, kenalin ini Tifany
yang tadi gue ceritain ke lo dav…”
Kemudian
Davi,Yona dan Tifany pun saling berjabat tangan seraya menyebutkan nama mereka
secara bergiliran. Selanjutnya mereka pun berbincang-bincang, apalagi davi ia
terlihat nyaman bercengkrama dengan tifanny begitupun sebaliknya sedangkan yona
ia sibuk dengan gadget nya.
Yona
: “oh ya sob, gue cabut
duluan ya, gue udah ada janji nih sama temen..” (sambil beranjak dari duduk
nya)
Davi
: “mau kemana lu tomboy…”
Yona
: “bukan urusan lu,, wle :p
bay” (menujulurkan lidah kemudian pergi)
*************
Dara
: “akhirnya datang juga…”
Yona
: “sorry ya udah nunggu
lama…” (sambil ikut duduk disamping temannya itu)
Dara :
“kenapa yon? tumben-tumbenan ngajak aku ke taman??”
Yona
: “gue lagi gak ada temen
Dar” (dengan nada datar)
Dara
: “lah, emang davi kemana?
Bukannya dia yang sering sama kamu?”
Yona
: “dia lagi asik sama temen
barunya…”
Dara
: “ohh,, oke sekarang aku
paham apa tujuan kamu ngajak aku kesini, kamu mau curhat kan? Tentang Davi yang
udah punya temen baru”
Yona
: “hmmm, ternyata jatuh
cinta itu sakit ya dar,apalagi jatuh cinta sama sahabat sendiri ditamabah lagi
dianya gak tahu tentang perasaan yang secara perlahan membunuh. Tapi yaudahlah
lagian juga percuma kalau aku jadian sama dia toh nantinya aku bakal ninggalin
dia kok…” (mencoba tegar dengan menampakan senyuman pahitnya)
Dara
: “salut banget gue sama
kamu yon! Kamu mampu menyembunyikan perasaan kamu ke Davi selama bertahun-taun,
tapi gak ada salah nya juga sih kamu coba buat nembak dia duluan..”
Yona
: “haha lo pikir gue cewek
apaan?? Gak lah. Menjadi sahabat yang selalu disamping dia ajah udah lebih dari
cukup, ya aku sih berharap suatu saat nanti dia bakal tahu perasaan aku tanpa
harus aku ungkapkan secara langusung…”
Dara
: “by the way, si Davi tahu
gak tentang penyakit kamu??”
Yona
pun hanya menggeleng.
Yona
: “diantara semua sahabat
terdekat aku, Cuma kamu dar yang tahu semua itu. Karena aku yakin kamu pasti
bisa jaga rahasia…”
Dara
: “aduhhh jd terharu akuh…
(sedikit bercanda) emg knpa kalau mereka semua tahu?”
Yona
: “aku Cuma gk mau mereka
khawatir dar, ya.. bukannya bermaksud PD sih. Tapikan kalau emg bner mereka
shabat aku, pasti mereka bakal khawatir kan? ketika temannya mempunyai penyakit
kanker, apalagi kalau mereka udh bilang gini, jangan lupa minum obat ya?, makan
tuh teratur jgn telat terus, udahlah lo istirahat aja dirumah ntar kalau
kecapean gimana? And bla bla bla…. Saat itu gue ngerasa orang terlemah didunia
tau gk??” (jelasnya panjang lebar)
Dara
: “ya tapi sampai kapan kamu
sembunyiin semua ini??”
Yona
: “sampai mata ini tdk dapat
melihat lagi, sampai tangan ini tak dapat menggapai tuk memeluk mereka lagi dan
sampai mulut ini tak dapat berucap kata ‘selamat tinggal’…”
Dara
: “ahh yona…. Jangan bikin
gue nangis dong…” (sambil memeluk temannya itu)
Yona
: “peluk gue sepuasnya
sebelum nanti gue pergi dari negeri ini…” (ucapnya masih dalam pelukan)
Dara
: “emang kamu mau pindah
yon?” (sambil melepas pelukannya itu)
Yona
: “sejak awal aku divonis
kanker, papah nyuruh aku pindah ke Thailand untuk tinggal sama nenek disana
sekalian terapi, tapi aku tolak karena aku belum siap. Dan mungkin sekarang
adalah wktunya aku untuk pergi kesana…”
Yona
: “yaudah aku pulang dulu
yah, Thanks ya Dar, kamu mau dengerin curhatan aku sampe kuping kamu jadi panas
hehe…”
Dara
: “sama-sama yon, wish you
all the best…”
Yona : “byee……” (melambaikan tangan,
dara pun melakukan hal yg serupa)
*****************
4
hari kemudian….
Sudah
3 hari Yona tidak masuk kampus dikarenakan kondisinya yg mulai tak stabil. Dan
hari ini pun ia memaksakan diri untuk masuk hnaya karena ingin bertemu dengan
sahabatnya Davi. Ia ingin menhabiskan waktunya bersama sahabat nya itu sebelum
esok ia akan pergi ke Thailand.
Terlihat
dikantin ada 3 orang pria dan salah satunya yaitu Davi. Yona pun mengahmpiri
mereka dengan PD dan berusaha seceria mungkin.
Yona
: “pagi semuanya…” (sapanya
ceria seperti tak terjadi apa-apa)
Mereka
: “pagi juga yona…” (serempak)
Davi
: “wah kemana aja lo, udah
3 hari gak nongol-nongol…”
Yona
: “kenapa? Kangen ya sama
gue? Haha”
Davi
: “yey GR… kemaren gue
Tanya ke Dara katanya lo sakit, tp gue gk percaya masa ia cewek tomboy kaya lo
bisa jatuh sakit sampe gak masuk kampus 3 hari pula..”
Yona
: “cewek tomboy jg manusia
kali dav…”
Aska
: “lagian si davi ada-ada
aja…”
Fandy
: “eh tapi lo gak apa-apa kan
yon?”
Yona
: “gak apa-apa kok, buktinya
gue masih bisa masuk kampus lagi,”
Aska
: “eh yon, lo tau gak
gossip paling hot semenjak lo gak masuk kampus…”
Yona :
“enggak…”
Fandy
: “ternyata si Davi jadian
sama Tifanny mahasiswa baru itu yon…”
Aska
: “eciee davi akhirnya
punya pacar juga haha…”
Fandy
dan aska pun tertawa melihat davi yg salah tingkah itu, sedangkan Yona ia hanya
tersenyum tipis saja.
Davi
: “ahh rese lu semua, dasar
ember!! Cepetan pergi lo…” (sambil mengusir kedua temannya itu)
Kemudian
fandy dan aska pun pergi masih sambil tertawa….
Yona
: “selamat ya Dav, gue gak nyangka
lo bisa dapetin tifanny… hebat lo…” (menepuk pundak davi)
Davi
: “haha,, thanks ya
tomboy!!!” (sambil mencubit hidung yona)
Davi :
“eh menurut lo tifanny beneran cinta gak ya sama gue, gue takut kaya dulu yon…”
(lanjutnya)
Yona
: “ya menurut gue tifanny
orgnya loyal,asalkan lo nya aja yg harus ngeyakinin dia kalau lo itu tulus
sayang sama dia, gue yakin dia pasti bakal ngelakuin hal yg sama…” (dengan
senyuman sok tegarnya)
Davi
: “wahhh,, ternyata lo
ngerti jg yah soal cinta..”
Yona
: “gue ngerti karena gue
juga pernah jatuh cinta kali dav, Cuma gue jatuh cinta pada org yg slah, yaitu
sama shbat gue sendiri…” (ucapnya jujur)
Davi
: “sama sahabat lo? Eumm…
Aska ya? Atau Fandy??? Ciee tomboy..” (sambil berusaha menggoda temannya itu)
Yona
: “sahabat yg gue maksud itu
elo dav, elo… tapi kenapa lo nya gak peka terus sih…” (ucapnya dalam hati)
Yona
: “arghhh, udahlah lupain
ajah… oh ya dav nanti sore lo ke danau ya? Gue mau ngomong sesuatu sama lo…”
(berusaha mengalihkan pembicaraan)
Davi
: “okesip!!!”
Yona
: “yaudah gue masuk kelas
dulu ya, awas jgn telat gue tunggu lo jam 5 sore…”
Davi
: “siap bos..” (sambil
member hormat)
Kemudian
Yona pun berlalu pergi dari hadapan Davi.
************
Seperti
yang sudah di janjikan oleh Yona, jam 4 sore ia akan bicara kalau ia akan pergi
ke Thailand jam 6 sore. Namun sekarang sudah hampir jam 5 sore, tapi Davi
takmuncul jua. Yona pun berusaha
menghubungi davi namun nihil davi tak merespon. Sampai akhirnya yona pun
mengeluarkan secarik kertasdan mulai menulis…
Yona
: “aku gak tahu siapa yg
harus minta maaf, aku atau kamu. Aku yang telah mengganggu waktu kamu atau kamu
yg tak bisa menepati janji kamu…” (sambil meletakan surat itu dibangku yg tadi
ia duduki) kemudian yoan pun pergi.
***********
Dilain
tempat, Tifanny dan Davi sedang asik nongkrong di café, Davi tak ingat bahwa ia
memiliki janji dengan sahabatnya itu sampai akhirnya ketika waktu sudah
menunjukan pukul 5.30 ia baru ingat akan janji itu setelah mengambil ponsel
disakunya dan mendapati 7 panggilan tak terjawab dari Yona.
Davi
: “aduhhhh,,, gue lupa.
Sorry ya fan, aku harus pergi sekarang masalahnya aku ada janji sama yona, dia
pasti udah dari tadi nunggin aku..” (sambil beranjak dari kursi)
Tifanny
: “oh jd kamu lebih
mentingin yona si tomboy itu dari pada aku…”
Davi
: “aduhhhh fany, bukan nya
gitu, masalahnya aku udh janji sama dia di danau jam 4
sore dan sekarang udah jam 5 lebih… yaudah aku pergi dulu ya bye…”
Davi
pun pergi tanpa menghiraukan Tifanny yg sedari tadi memanggil Davi .
Sesampainya
disana, davi langsung mencari yona namun ia tak jua menemukan yona, dan
kemudian ia pun duduk dikursi dan mendapati surat yg bertuliskan ‘untuk Davi’.
Davi pun langsung tahu siapa pengirim surat itu dan kemduian membukannya.
“Selamat
Sore Dav, mungkin aku Cuma bisa ngomong ini lewat surat aja karena aku yakin
kamu pasti gak bisa dateng on time, secara sekarang kan kamu udah punya pacar
dan pastinya kamu lebih mentingin dia iya kan? Hmmm aku gak tahu dav siapa yg
harus minta maaf, aku atau kamu. Aku yg telah mengganggu waktu kamu bersama dia
atau kamu yg gak bisa nepatin janji kamu. Sebenarnya aku ngajak kamu kesini
Cuma mau ngsih tau, kalau hari ini juga jam 6 sore aku bakal pindah ke
Thailand, aku mau kuliah dan tinggal disana. Tadinya sih aku mau ngajak kamu
bernostalgia disini seperti naik perahu waktu kita ngerayain anniversary
persabatan kita sebelum nanti aku gak bakal ada disini lagi, tapi sayang,
kamunya malah gak datang L
yaudah deh, aku harap kamu gak bakal nyesel bisa temenan sama aku, goodbye Davi
:’)
Kemudian
Davi pun meremas surat itu, ia sangat menyesal kenapa ia sampai telat. Davi pun
segera menguhubungi Yona namun hpnya tak aktif dan piker davi ia memang sudah
ada di bandara. Segera ia menyusul ke airport utk temui Yona.
Sesampainya
disana, Davi pun langsung mencari Yona sampai lututnya lemas dan berlutut
karena tak mampu lagi utk mencari yona. Tiba-tiba ada seseorang yg menepuk
pundaknya dari belakang.
Davi
: “Dara???? Ngapain
disini?” (Tanya nya dengan berusaha berdiri)
Dara
: “elo yg ngapain disini?
Sampe berlutut segala lagi, atau lo mau nyusul Yona ke Thailand?”
Davi
: “loh kok lo tau sih kalau
dia mau pergi ke Thailand??”
Dara
: “yaiyalah gue kan
sahabatnya… lagian gue kesini kan buat nganter dia. Oh ya dia nitip ini ke lo…”
(sambil memberikan benda yang berbalit kertas kado yg berebntuk persegi)
Davi
: “apaan ini?”
Dara
: “yona nyuruh gue kasih itu ke elo kalau lo nyariin dia..”
Davi
pun duduk di kursi tunggu dan membukan apa isi dari kado tersebut dan ternyata
setelah membukanya ia tercengang Karena benda itu hanyalah sebuah diary.
Kemudian Davi pun membuka dengan perlahan. Disana terdapat tulisan ‘My Diary is
My Feel” , kemudian dihalaman kedua terdapat tulisan “I wrote from what I see,
hear and taste”. Selanjutnya davi membuka hal. Ke 3 yang terdapat foto dirinya
dengan tulisan “My best friend, or my lovely??”. Davi kembali tercengang
melihat tulisan itu dan kemudian ia membuka halaman berikutnya yang dipenuhi
tulisan tangan milik yona.
Dirinya
“ARDAVINDA
PRASETYA LUBIS. Dan DAVI. Itulah panggilan ku padanya sedangkan dia memanggil
ku dengan sebutan ‘si tomboy’ ya mungkin karena penampilan ku yg tak se-feminim
cewek-cewek lain, tapi sebenarnya aku ini tidak tomboy loh, aku Cuma gak mau
ribet dalam berpakaian. Aku bersahabat dengan nya sudah cukup lama sampai
sekarang persahabatan kami masih terjalin dgn baik, keluarga kami pun sudah
saling kenal. Kami sahabat dekat, sangat dekat malah, maka tak jarang jika ada
orang yang menganggap kami seperti bukan sahabat melainkan pasangan kekasih,
kau tahu jika ada org yg bilang seperti itu entah kenapa aku merasa senang. Apa
ini yg disebut sahabat jadi cinta? Terkadang aku bingung dengan status kami,
sahabat, kakak-adik, pasangan, atau suami-istri arghhhh… what everlah yg penting
aku bisa berada disamping dia, lebay kah? Kurasa tdk, bukankah itu sudah sifat
ilmiah seorang hamba tuhan yg suka bertindak berlebihan ketika ia merasakan
indahnya jatuh cinta?? Hmmm ternyata rumit juga jatuh cinta itu aplagi jatuh
cinta pada sahabat sendiri. Oke mungkin beberapa kalimat diatas sudah mewakili
dilemma ku saat pertama kali memiliki perasaan itu….
Kemudian
dia menuju halaman berikutnya. Disana tertera sebuah tulisan
KENYATAAN
PAHIT
Saat
itu tubuh ku merasa tak seperti biasa darah segar pun mengalir dari hidung ku,
lutut ku lemas saat darah itu semakin deras mengalir hingga 1 pak tissue pun
tak cukup untuk membendungnya, tak lama kepala pun terasa amat pening bumi ini
terasa berputar sangat cepat
padahal
secara geografi bumi memang berptar namun takan terasa, tapi ini sungguh terasa
oleh ku. ‘KANKER’ yap itulah kata yang dokter ucapkan saat aku dibawa ke rumah
sakit saat itu pula aku sering kali check-up untuk melihat perkembangan ku. Tak
banyak yang tahu tentang penyakit ku itu, hanya kedua orang tua ku dan Dara
saja bahkan sahabat yg paling aku syg pun tak tahu, karena aku tak mau
membuatnya khawatir. Setiap hari aku harus berpura-pura menjadi sosok yang
tegar dan sehat seperti tak ada satu pun penyakit yang bersarang di tubuh ku,
sampai akhirnya papa menyuruhku untuk pergi ke Thailand untuk pengobatan ku
karena itu pula aku harus berpisah dengan sahabat-sahabat ku salah satunya
Davi, ya mungkin nanti aku tak akan lagi menemaninya pergi ke danau, main PS,
main basket dan masih banyak lagi yang gak akan temukan saat aku pergi ke
Thailand nanti.
Harapan
terakhir untuk nya
Mungkin
ini terakhir kalinya aku menulis tentang Davi, karena mungkin nanti tangan ini
tak bisa lagi menulis. Tak begitu banyak
harapan ku padanya, karena aku tak punya daya apapun, jangan utk menjadi
kekasihnya utk temani dia saja sekarang aku tak mampu lagi. Aku hanya bisa
berharap kelak davi akan mendapatkan kebahagiaan yang ia dapatkan dari
seseorang yang menyayanginya dengan tulus begitupun sebaliknya.
‘maafin aku ya Davi jelek :P aku gak bisa
disamping kamu lagi, maafin aku juga karena selama ini aku menjadi seorang yg
pengecut yg tak berani mengungkapkan perasaan nya, tapi kamu gak usah sedih
kamu kan masih punya tifanny yang sekarang menjadi pacar kamu, eciiieee longlast
ya Dav, doaku selalu menyertai mu dan kamu akan selalu menjadi sahabat ku yg
berhasil membuat ku jatuh hati, thanks for everything :’)’
Kemudian
Davi pun menutup diary itu dan matanya mulai berkaca, Dara yg ada disampingnya
pun turut bersedih dan kemudian mengelus-elus punggung davi untuk
menenangkannya.
Davi
: “kenapa dia harus
bohongin gue sih Dar….”
Dara
: “dia kaya gitu, karena
dia gak mau kalau nantinya kamu bakal jauhin dia…”
Davi
: “gue emang cwok bodoh,
gue gak peka sama perasaan dia, maafin gue Yon..” (sambil menenggelamkan
wajahnya di kedua telapak tangannya)
Dara
: “bahkan saking sayang nya
dia ke elo, dia gak mau lo khawatir sama penyakit yang dirasakan sama dia…”
Davi
: “jadi waktu Yona gak
masuk kampus 3 hari itu…” (terpotong)
Dara
:”ya dia saat itu sangat
drop, sampai harus dirawat selama 3 hari….” (memotong pembicaraan)
Davi
: “kenapa mesti kaya gini
sih Dar, gue nyesel karena gue gak bisa nepatin janji saat dia minta gue buat
dtg ke Danau…..”
Dara : “gak ada gunanya juga lo
nyesel kaya gini, mendingan sekarang Lo bahagiain seseorang yg lo sayang,
anggep aja itu Yona jangan sampe lo nyesel utk kedua kalinya, bukankah itu
kemauan Yona sekarang??”
Davi
: “oke,,, thanks ya Dar…
gue gak tahu apa jadinya kalo gak ada lo…”
Dara
: “sama-sama….”
Davi :
“makasih ya Tomboy, lo udah ajarin banyak hal ke gue, gue sekarang tahu kalau
tujuan cinta semata-mata bukan hanya untuk memiliki tapi untuk membahagiakan,
iyakan Tomboy??” (batin Davi sambil menatap lurus kedepan)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar